Kamis, 25 September 2014

Etika Wirausaha Ala Rasulullah SAW


Sangat banyak teladan etika berwirausaha yang diajarkan Rasulullah SAW yang dapat kita tiru untuk memulai maupun melanjutkan wirausaha yang kita miliki, Antara lain :

• Kejujuran
Dalam berbisnis tidak boleh menyembunyikan kecacatan barang, karena akan menghilangkan keberkahan.
Dalam tataran ini Rasullah bersabda, ‘Tidak dibenarkan seorang muslim menjual barang yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya” (HR Al Quzwani).

• Pencatatan Utang Piutang
Dalam dunia bisnis lazim terjadi pinjam-meminjam. Alquran mengajarkan pencatatan utang piutang yang berguna untuk mengingatkan salah satu phak yang mungkin suatu waktu lupa dan khilaf.
“Hai orang-orang yang beriman, kalau kalian berutang-piutang dengan janji yang ditetapkan waktunya, hendaklah kalian tuliskan. Dan seorang penulis di antara kalian, hendaklah menuliskannya dengan jujur. Janganlah penulis itu enggan menuliskannya, sebagaimana telah diajarkan oleh Allah kepadanya.” (QS al-Baqarah [2] : 282)

Selasa, 23 September 2014

Perbuatan Sunnah yang sering Diabaikan

Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidakmemakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Minggu, 11 Mei 2014

Keutamaan Bulan Rajab

Keutamaan Bulan Rajab, ia merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih.

Bulan Rajab adalah Bulan Haram

Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadal Akhiroh dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202)
Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

Apa Maksud Bulan Haram?

Kamis, 08 Mei 2014

Dakwah vs Menakut-nakuti

Oleh: Dr. KH. A. Mustofa Bisri

Seorang kawan budayawan dari satu daerah di Jawa Tengah yang biasanya hanya SMS-an dengan saya, tiba-tiba siang itu menelpon. Dengan nada khawatir, dia melaporkan kondisi kemasyarakatan dan keagamaan di kampungnya.
Keluhnya antara lain,“Kalau ada kekerasan di Jakarta oleh kelompok warga yang mengaku muslim terhadap saudara-saudaranya sebangsa yang mereka anggap kurang menghargai Islam, mungkin itu politis masalahnya. Tapi ini di kampung, Gus, sudah ada kelompok yang sikapnya seperti paling Islam sendiri. Mereka dengan semangat jihad, memaksakan pahamnya ke masyarakat. Sasarannya jamaah-jamaah di masjid dan surau. Rakyat pada takut. Bahkan, na’udzu billah, Gus, saking takutnya ada yang sampai keluar dari Islam. Ini bagaimana? Harus ada yang mengawani masyarakat.

Akhir-akhir ini sikap perilaku keberagamaan yang keras model zaman Jahiliyah semakin merebak. Hujjah-nya, tidak tanggung-tanggung seperti membela Islam, menegakkan syariat, amar makruf nahi munkar, memurnikan agama, dsb. Cirinya yang menonjol : sikap merasa benar sendiri dan karenanya bila bicara suka menghina dan melecehkan mereka yang tidak sepaham. Suka memaksa dan bertindak keras dan kasar kepada golongan lain yang mereka anggap sesat. Seandainya kita tidak melihat mereka berpakaian Arab dan sering meneriakkan “Allahu Akbar!”, kita sulit mengatakan mereka itu orang-orang Islam. Apalagi bila kita sudah mengenal pemimpin tertinggi dan panutan kaum muslimin, Nabi Muhmmad SAW.

Seperti kita ketahui, Nabi kita yang diutus Allah menyampaikan firman-Nya kepada hamba-hamba-Nya, adalah contoh manusia paling manusia. Manusia yang mengerti manusia dan memanusiakan manusia. Rasulullah SAW seperti bisa dengan mudah kita kenal melalui sirah dan sejarah kehidupannya, adalah pribadi yang sangat lembut, ramah dan menarik. Diam dan bicaranya menyejukkan dan menyenangkan. Beliau tidak pernah bertindak atau berbicara kasar.

روى البخاري عن أنس رضي الله عنه قال: لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم سبابا ولا لماما ولا فاحشا
Sahabat Anas r.a yang lama melayani Rasulullah SAW, seperti diriwayatkan imam Bukhari, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bukanlah pencaci, bukan orang yang suka mencela, dan bukan orang yang kasar.

وروى الترمذي عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال: لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا متفاحشا ولا صخابا في الأسواق
Sementara menurut riwayat Imam Turmudzi, dari sahabat Abu Hurairah r.a: Rasulullah SAW pribadinya tidak kasar, tidak keji, dan tidak suka berteriak-teriak di pasar.

Ini sesuai dengan firman Allah sendiri kepada Rasulullah SAW di Q. 3: 159, “Fabima rahmatin minallaahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhalqalbi lanfadhdhuu min haulika …” , Maka disebabkan rahmat dari Alllah, kamu lemah lembut kepada mereka. Seandainya kamu berperangai keras berhati kasar, niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…”

Jadi, kita tidak bisa mengerti bila ada umat Nabi Muhammad SAW, berlaku kasar, keras dan kejam. Ataukah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka yang begitu berbudi, lemah- lembut dan menyenangkan; atau mereka mempunyai panutan lain dengan doktrin lain.

Atau mungkin sikap mereka yang demikian itu merupakan reaksi belaka dari kezaliman Amerika dan Yahudi/Israel. Kalau memang ya, bukankah kitab suci kita al-Quran sudah mewanti-wanti, berpesan dengan sangat agar kita tidak terseret oleh kebencian kita kepada suatu kaum untuk berlaku tidak adil. “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak kebenaran karena Allah (bukan karena yang lain-lain!), menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Baca Q. 5: 9).

Hampir semua orang Islam mengetahui bahwa Rasulullah SAW diutus utamanya untuk menyempurnakan budi pekerti. Karena itu, Rasulullah SAW sendiri budi pekertinya sangat luhur (Q. 68: 4). Mencontohkan dan mengajarkan keluhuran budi. Sehingga semua orang tertarik . Ini sekaligus merupakan pelaksanaan perintah Allah untuk berdakwah. Berdakwah adalah menarik orang bukan membuat orang lari. (Baca lagi Q. 3: 159!). Bagaimana orang tertarik dengan agama yang dai-dainya sangar dan bertindak kasar tidak berbudi?

Melihat perilaku mereka yang bicara kasar dan tengik, bertindak brutal sewenang-wenang sambil membawa-bawa simbol-simbol Islam, saya kadang-kadang curiga, jangan-jangan mereka ini antek-antek Yahudi yang ditugasi mencemarkan agama Islam dengan berkedok Islam. Kalau tidak, bagaimana ada orang Islam, apalagi sudah dipanggil ustadz, begitu bodoh: tidak bisa membedakan antara dakwah yang mengajak orang dengan menakut-nakuti yang membuat orang lari. Bagaimana mengajak orang mengikuti Rasulullah SAW dengan sikap dan kelakuan yang berlawanan dengan sikap dan perilaku Rasulullah SAW?

Sabtu, 07 Desember 2013

Kapsul yang Membungkus Obat Kita


kapsul2Konsumen obat di Indonesia masih belum berdaya. Sampai detik ini, mereka masih tak punya pilihan untuk menenggak obat dalam bentuk kapsul, sekalipun sebagian besar umat Islam tahu bahwa ada kemungkinan kapsul tersebut tidak halal karena terbuat dari gelatin babi. Situasi umat Islam di Indonesia dilematis. Di satu sisi, mereka ingin sembuh. Tapi di sisi lain mereka berhadapan dengan barang subhat.
Kapsul merupakan alternatif terbaik di dunia farmasi. Cangkang lunak berbentuk tabung kecil ini dapat melindungi konsumen obat dari rasa dan aroma yang ekstrim. Kapsul juga melindungi pasien dari obat yang terlalu asam. Itu karena kapsul baru akan hancur di usus dan bukan lambung. Pasien dengan gangguan lambung akan aman.
Itulah sebabnya kapsul masih banyak digunakan untuk mengemas obat. Kapsul dipakai karena kepraktisannya untuk kenyamanan konsumen obat. Umumnya obat memiliki rasa tak enak seperti pahit, anyir, manis, dan bau. Obat juga beragam jenisnya mulai serbuk, cairan, atau bentuk padat. Pada obat jenis cair, saat ini produsen menambah flavour atau perasa ke dalamnya, terutama bila itu untuk anak-anak. Obat untuk anak-anak biasanya ditambahkan perasa orange atau strawberry.
Beberapa upaya menyamankan konsumen obat masih belum optimal. Belum ada yang seefektif kapsul. Cangkang kapsul dapat mewadahi berbagai bentuk obat mulai tepung atau serbuk, granula, pasta, cair, dan semi padat yang bila dikemas cara biasa memerlukan penanganan berbeda.
Bahan padat bisa dikeraskan menjadi tablet. Sedangkan bahan cair harus dikemas tersendiri dalam botol dan berbeda lagi untuk jenis pasta yang harus menggunakan tube. Belum lagi bila satu jenis obat merupakan campuran dari beberapa bahan berbeda.
Dengan kapsul, semua bisa teratasi apapun bentuk dasarnya. Artinya cukup menempuh satu kali proses untuk beragam obat. Cukup sederhana dan praktis. Kondisi ini menguntungkan produsen obat.
Kapsul juga memiliki keunggulan lain. Pengemasan obat dalam kapsul menjadi lebih mudah. Cangkang kapsul membungkus rapat obat di dalamnya. Dengan begitu penanganan selanjutnya menjadi lebih mudah dan higienis. Di sisi lain pewarnaan pada cangkang kapsul mempermudah produsen atau pihak yang berhubungan dengan obat mengenalil perbedaan obat. Konfigurasi warna pada cangkang kapsul bisa lebih banyak.
Cangkang kapsul terbuat dari gelatin atau pembentuk gel lainnya. Gelatin diproduksi dari kulit dan tulang babi dan sapi. Dari bentuknya kapsul dapat dibedakan keras (hard) dan lunak (soft). Yang umum digunakan di Indonesia adalah hard capsule yang dibuat dari gelatin dan pewarna, pengawet dan pelentur. Di negeri ini, peredaran kapsul yang terbuat dari gelatin babi dan sapi hampir sama banyak. Karena itu masih ada kemungkinan memperoleh kapsul halal.
Sulitkah memperoleh kapsul halal?
”Sebetulnya tidak,” kata Nur Wahid, salah seorang staf pada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Di Indonesia juga beredar kapsul gel yang aman dikonsumsi karena terbuat dari gelatin sapi. Produk ini semula dibuat perusahaan asal Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan kapsul halal dari Malaysia. Harganya relatif lebih tinggi mengikuti produk gelatin sapi yang harganya masih lebih mahal dibanding gelatin babi.
Namun keberadaan kapsul halal ini merupakan satu alternatif bagi konsumen obat di Indonesia. Mereka bisa memilih kapsul yang terbuat dari gelatin sapi atau yang halal kendati dengan harga lebih mahal. ” Minta saja pada petugas farmasi, mereka akan mengerti,” kata Nur Wahid.
Meski demikian bukan berarti masalah kapsul ini sederhana. Dia menguraikan proses pemeriksaan kapsul halal menjadi rumit bila dikaitkan dengan obat yang berada di dalamnya. ”Kita juga perlu mewaspadai isinya,” ujarnya lagi.
Cangkang kapsul sangat kecil untuk mencantumkan label halal. Ini bukan yang tersulit karena yang paling rumit justru menentukan kehalalan kandungan kapsul atau obat yang dibungkus kapsul. ”Berarti harus ada dua kali pemeriksaan,” tandas alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Masalah cangkang kapsul, kata dia, melibatkan dua pihak yakni produsen kapsul dan produsen obat. Kedua produsen tersebut biasanya merupakan perusahaan yang berbeda sama sekali. Sementara label halal yang dicantumkan pada kapsul tak menjamin isinya halal. Sedangkan tanpa label, kapsul halal tak bisa dibedakan dengan kapsul lainnya.
Saat ini IPB masih meneliti penggunaan pati dan selulosa untuk pengganti gelatin. IPB mengembangkan pembuatan selulosa dari nata de coco. Hanya saja belum jelas sudah sejauh apa, penelitian mereka.
Sebagian besar pakar masih menggolongkan kapsul dalam situasi darurat. Itu karena kapsul digolongkan sebagai obat. Alhasil, kapsul boleh dikonsumsi. Namun bila ingin hati-hati, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk mengatasinya yakni: mintalah resep obat yang tak dikemas dalam bentuk kapsul. Bila kapsul merupakan satu-satunya alternatif, bukanlah cangkang kapsul lalu makan isinya dengan mencampur pisang.
Rasa pahit, getir atau anyir yang ditimbulkan oleh obat masih lebih baik dibandingkan memasukkan barang subhat ke dalam tubuh. Bila mungkin tanyakan apotek apakah kapsul tersebut halal atau tidak, bila ada kapsul halal mintalah jenis itu. Tanpa informasi yang jelas, tinggalkan kapsul.

Selasa, 19 November 2013

Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah, dan Program Diet OCD Deddy Corbuzier

Di dalam beberapa riwayat, diperoleh informasi bahwa postur tubuh Rasulullah tidaklah terlalu gemuk atau terlalu kurus, namun cenderung berperawakan baik, manarik dan kekar.
Bara’a bin Aazib (ra) meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tingginya sedang, dengan tulang belikat (pundak) yang bidang. Rambut beliau cukup tebal, panjangnya sampai batas telinga. Saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih menarik dari beliau. (Hadits Bara’a bin Aazib)
Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau… (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
Ada beberapa analisa, mengapa Rasulullah memiliki tubuh yang ideal, salah satunya adalah beliau tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan serta memiliki pola makan yang baik.
diet1
Pola Makan Rasulullah
Dari beberapa sumber, pada lepas dari subuh, Rasulullah biasa memulai dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu. Kemudian pada waktu Dhuha, beliau makan tujuh butir kurma ajwa` (matang).
Menjelang sore hari, menu makan Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan hanya cuka dan minyak zaitun saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya.
Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Dan sesuai dengan kaidah “waktu berbuka puasa”, makan malam dilakukan setelah waktu maghrib sampai dengan sebelum Shalat Isya.
diet3
Program Diet OCD (Deddy Corbuzier)
OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet), adalah sistem diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzie, yang tujuannya untuk membentuk tubuh yang ideal.
Dalam penerapannya, Sistem OCD ini menggunakan cara berpuasa, yaitu tidak makan, namun diperbolehkan minum, dengan pola 16 jam, 18 jam, 20 jam dan 24 jam.
Seseorang yang memilih pola 16 jam, berarti ia memiliki “jendela makan” sekitar 8 jam. Dengan demikian, yang bersangkutan, diperkenankan makan dalam rentang waktu 8 jam, dan setelah itu ia harus berpuasa makan (hanya boleh minum), selama 16 jam.
Berdasarkan berbagai sumber dari media massa, diberitakan telah banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan, dan memiliki postur tubuh yang ideal, setelah mengikuti Program Diet OCD ini.
Program Diet dengan cara berpuasa bukan hanya milik OCD, sebelumnya juga pernah ada, yang dikenal dengan nama Program Intermittent Fasting (IF), kemudian ada juga Diet 05:02, diperkenalkan oleh Dr Michael Mosley, dalam buku berjudul `The Fast Diet, The Simple Secret of Intermittent Fasting. Lose Weight, Stay Healthy, and Live Longer`.
diet4
Program OCD Deddy Corbuzier, bila kita perhatikan dengan seksama, ternyata ada kemiripan dengan Pola Makan Rasulullah.
Dimana dalam Pola Makan Rasulullah, jadwal makan beliau adalah mulai sekitar waktu Dhuha, sampai sebelum waktu Isya, yang memiliki jarak waktu sekitar 8-9 jam. Dan ini sangat mirip dengan istilah “jendela makan” dalam Program OCD Deddy Corbuzier.
Apakah ini merupakan jawaban dari rahasia, yang menjadi sebab Rasulullah bisa memiliki tubuh yang ideal ?
WaLlahu a’lamu bishshawab

Senin, 04 November 2013

Tunaikan 10 Persedian Sebelum Tiba Saat Kematian

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Setiap manusia akan merasai kematian tetapi tiada siapa pun di antara kita yang tahu bila saat kematian akan tiba. Hanya Allah SWT sahaja yang tahu masa, tempat dan keadaan kita semasa nyawa akan keluar daripada tubuh badan.

Firman Allah SWT maksudnya : "Tiap-tiap diri akan merasai mati dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan , dan kepada Kamilah kamu sekeliannya akan dikembalikan." (Surah al-Anbiya' ayat 35)

Bagaimana pun sebagai seorang hamba-Nya adalah lebih selamat sekiranya kita sentiasa mengingatkan diri yang satu hari kita akan pasti mati dan bersedia untuk meninggalkan dunia yang fana (tidak kekal) ini. Kematian tidak mengira usia, tidak memilih siapa kita dan tidak menghitungkan di mana kita berada, sekali pun berada di dalam benteng kukuh yang dianggap selamat.

Oleh kerana kita tidak tahu bila saat ajal akan tiba, maka hendaklah kita bersegera menunaikan amal ibadah yang ditetapkan oleh Allah SWT sebagai kewajipan terhadap kita dan bersungguh-sungguh menjauhi segala larangan-Nya. Apa sahaja yang kita lakukan di dunia ini pasti akan di hisab dan di adili di akhirat kelak.

Allah SWT memberi peringatan kepada sekelian manusia  dengan firman-Nya dalam surah al-Insyiqaq ayat 6 yang bermaksud : " Wahai manusia! Sesungguhnya engkau sentiasa berpenat lelah (menjalankan keadaan hidupmu) dengan sedaya upayamu hinggalah (semasa engkau) kembali kepada Tuhanmu, kemudian engkau tetap menemui balasan apa yang telah engkau usahakan itu (tercatat semuanya)."

Sahabat yang dimuliakan,
Terdapat 10  persediaan yang perlu kita laksanakan supaya dapat membantu kita semasa kita berada di alam barzakh :

Pertama : Sentiasa utamakan amalan fardu ain (jangan ditinggalkan) terutama solat , puasa dan zakat dan fardu kifayah dan fardu-fardu lainnya yang ditetapkan dalam sunnah-auliah dan sunah Rasulullah SAW.

Daripada Abu Hurairah, katanya bahawa Rasulullah SAW  bersabda bermaksud: "Sesungguhnya amalan yang mula-mula sekali dihisabkan seseorang pada hari kiamat mengenainya ialah solatnya, jika solatnya diterima, maka sesungguhnya beruntung dan berjayalah ia. Jika solatnya tidak diterima, maka kecewa dan rugilah ia. Jika terkurang daripadanya solat fardu sesuatu. Allah berfirman: 'Periksalah, adakah hambaku itu mempunyai solat-solat sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang daripada solat fardu. Demikianlah keadaan amalan lain." (Hadis Riwayat Tirmizi)

Kedua : Sentiasa menjauhkan diri daripada berbuat yang merosakkan amal ibadah fardu tersebut , seperti melakukan perbuatan yang mengundang dosa.

Imam Abu Laits berkata; “Jauhilah diri daripada arak kerana ia mengandungi banyak keburukan iaitu orang yang minum arak akan menjadi seperti gila. Allah SWT akan menutup pintu langit kepada orang yang meminum arak dan amalannya serta doanya tidak akan diterima selama 40 hari. Orang yang minum arak akan dijauhi daripada rahmat Allah SWT dan dibenci oleh para malaikat.”

Jika seseorang jumpa bomoh solatnya tidak diterima selama 40 hari. Nabi SAW bersabda maksudnya : "Barang siapa yang mendatangi tukang tilik (bomoh) dan ditanya mengenai sesuatu maka tidak diterima solatnya selama 40 hari (Hadis Riwayat Muslim)

Ketiga : Sentiasa bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Allah SWT  berfirman yang bermaksud, " Sesungguhnya Allah amat menyukai orang-orang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
(Surah Al-Baqarah ayat 222)

Sabda Rasulullah SAW. yang bermaksud :“Barangsiapa bertaubat kepada Allah sebelum matahari terbit dari barat, nescaya Allah akan menerima taubat orang tersebut.” (Hadis Riwayat Muslim)

Keempat : Bersegera memohon kemaafan daripada orang yang telah kita lakukan kesalahan.

Dalam hadis yang lain dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a., bahawa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada seseorang yang melakukan sesuatu perbuatan aniaya terhadap orang lain di dunia dengan tidak menyerah dirinya kepada orang itu untuk membalasnya, nescaya Tuhan akan menyerahkannya kepada orang itu supaya membalasnya pada hari kiamat." (Hadis Riwayat Baihaqi)

Kelima : Mewasiatkan kepada ahli keluarga tentang iman dan Islam, halal dan haram dan berpegang teguh dengannya.

Jangan jemu setiap hari memberi nasihat dan tarbiah kepada isteri dan anak-anak dan didik mereka dengan didikan Islam dan ajarkan fardu ain mengenai hukum hakam supaya mereka tahu halal dan haram dan ajarkan mereka akhlak yang mulia di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman yang bermaksud,"Wahai orang-orang yang beriman. Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka, di mana bahan-bahan bakarannya itu ialah manusia dan batu (berhala)" (Surah At-Tahrim ayat 6)

Keenam : Memperbanyakkan amal jariah, bersedekah,  amalan-amalan sunat dan banyakkan berniat untuk melakukan kebaikan walaupun belum mampu melaksanakannya.

Sabda Rasulullah SAW. yang bermaksud : “Sungguh sedekah itu akan memadamkan kemarahan Tuhan dan menghindarkan dari kematian yang buruk (Su’ul Khatimah).” (Hadis Riwayat al-Turmuzi)

Sabda Nabi SAW yang bermaksud, "Seorang hamba yang dikurniakan Allah ilmu dan niat yang ikhlas, ia berkata, 'Seandainya aku memiliki harta, nescaya aku akan beramal sebagaimana yang diperbuat oleh si polan (golongan yang diberikah harta dan ilmu).' Dengan niatnya tersebut, maka pahala kedua-dua hamba ini sama." (Hadis Riwayat Tirmizi).

Nabi SAW  bersabda: ” Seorang hamba dihadapkan pada hari kiamat membawa hasanah sebesar bukit, lalu ada seruan;' Siapa yang pernah di aniaya oleh fulan boleh datang untuk dibayar'. Maka datanglah beberapa orang lalu mengambil bahagiannya sehingga tiada tinggal satu pun dari hasanah yang banyak itu, sehingga hamba itu menjadi bingung, lalu Tuhan berkata kepadanya: 'Untuk mu ada simpanan pada Ku yang tidak Aku perlihatkan kepada malaikat atau seorang pun dari makhluk Ku,' lalu ia bertanya:' Apakah itu'. Jawab Tuhan: Ia itu niatmu, yang kau selalu niat akan berbuat kebaikan, Aku tulis untuk mu berlipat ganda, tujuh puluh lipat ganda.' "

Daripada Umar ibn al-Katthab r.a. beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW .bersabda maksudnya : "Bahawa sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan bahawa sesungguhnya bagi setiap orang apa yang dia niatkan.."(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketujuh : Mengajarkan atau menyebarkan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Nabi SAW bersabda yang bermaksud, " Sampaikan daripada aku walaupun satu ayat".(Hadis Riwayat Bukhari)

Setiap kalimah, pengajaran, ilmu, risalah, nasihat yang kita ambil daripada ayat-ayat al-Quran dan hadis Nabi SAW adalah merupakan ilmu-ilmu yang bermanfaat yang akan dapat menambahkan pahala dan amal soleh ketika kita hidup di dunia ini. Penulisan di facebook dan blog dan 'share' bahan-bahan tazkirah yang baik juga di kira sebagai ilmu yang bermanfaat.

Kelapan : Mendidik anak-anak agar menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.

Untuk mendidik anak-anak yang soleh dan solehah  adalah dengan banyak melakukan amalan yang terpuji, berusaha untuk meninggalkan dosa-dosa yang kecil apakah lagi dosa-dosa besar. Jangan tinggalkan amalan yang wajib, jalinkan siraturrahim dengan sanak keluarga dan mengajar anak-anak menghormati kedua ibu bapa, sebab keredaan Allah itu tergantung kepada kerdaan ibu bapa terhadap anak-anak . Namun yang paling penting ajarkan anak-anak gadis supaya menutup aurat agar kehidupan mendapat keberkahan daripada Allah SWT.

Kesembilan : Selesaikan semua hutang-hutang di dunia ini kerana roh si mati akan tergantung di antara langit dan bumi jika tidak dibayar hutang-hutangnya sesama manusia.

Di riwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya: "Roh seseorang mukmin itu tergantung-gantung (yakni dihalang daripada tempat yang mulia) dengan sebab hutangnya sehinggalah hutangnya itu dilunaskan."

Kesepuluh : Jangan syirik kepada Allah SWT, seperti mempertikaikan hukum hudud dan hukum-hukum Allah SWT yang lain, tinggalkan fitnah dan mengumpat dan jangan percaya jika ada orang menuduh seseorang berzina atau liwath tanpa bawa 4 orang saksi. Sentiasa berbaik sangka kepada Allah SWT dan jangan pertikai qada dan qadarNya. Sentiasa bersabar dengan dugaan hidup dan sentiasa bersyukur di atas nikmat yang dikurniakan oleh Allah SWT.

Sahabat yang dikasihi,
Marilah kita sama-sama beramal dan membuat persiapan sebaik mungkin sebelum bertemu saat kematian. Jika kita melihat disekeliling kita kematian itu berlaku kepada ibu dan ayah , abang ipar, anak, anak saudara, sahabat-sahabat, suami, isteri dan lain-lain. Pernah berlaku semalam kita baru bersembang dengan sahabat kita , tiba-tiba dapat berita hari ini sahabat kita itu telah meninggal dunia disebabkan sakit jantung. Inilah yang dinamakan 'kiamat kecil' yang akan berlaku dahulu sebelum kiamat besar. Oleh itu cuba renungkan hadis Nabi SAW  di bawah ini sebagai iktibar kepada kita semua.

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Orang yang cerdik ialah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekalan sesudah mati." (Hadis Riwayat Tirmidzi daripada Abu Ya'la Syaddad r.a)

Wallahualam.

QURVID's Channel